MENU Wednesday, 04 Mar 2026

Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan dengan Pola Penyaluran Khusus

2 minutes reading
Friday, 23 Jan 2026 04:08 46 MBG

JAKARTA – Mediambg.id
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan suci Ramadan 2026. Namun demikian, terdapat penyesuaian mekanisme penyaluran yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat, khususnya di wilayah yang mayoritas menjalankan ibadah puasa.

Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan puasa, tanpa mengurangi tujuan utama program MBG dalam memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Dalam skema khusus tersebut, makanan tetap dibagikan pada jam sekolah seperti hari-hari biasa, tetapi tidak dikonsumsi di lingkungan sekolah. Paket makanan dibawa pulang untuk disantap saat waktu berbuka puasa.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pola pelaksanaan MBG selama Ramadan bukanlah hal baru. Skema serupa telah diterapkan pada Ramadan tahun sebelumnya dan dinilai berjalan efektif.

“Pelaksanaannya sama seperti Ramadan sebelumnya. Untuk daerah mayoritas Muslim, makanan tetap dibagikan di sekolah, tetapi dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. Menu yang disiapkan juga memiliki daya tahan hingga sekitar 12 jam,” ujar Dadan usai mengikuti rapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1/2026).

Menurut Dadan, tantangan utama dalam pelaksanaan MBG selama Ramadan terletak pada aspek keamanan dan kelayakan makanan. Hal ini karena makanan tidak langsung dikonsumsi setelah dibagikan, melainkan beberapa jam kemudian.

Oleh sebab itu, BGN melakukan penyesuaian pada jenis menu yang disediakan. Makanan yang diberikan merupakan menu siap santap dengan daya simpan cukup lama, tanpa mengurangi kandungan gizi yang dibutuhkan.

“Menu yang disiapkan tentu harus praktis, siap santap, dan tahan lama,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa menu MBG selama Ramadan disusun dari bahan-bahan sederhana namun tetap memenuhi standar gizi. Selain nilai nutrisi, ketahanan makanan hingga waktu berbuka menjadi faktor utama dalam penentuan menu.

Adapun contoh menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, aneka buah, abon, serta berbagai jenis penganan lokal yang tidak mudah basi.

“Misalnya kurma, telur rebus, buah-buahan, abon, hingga kue-kue lokal yang daya tahannya cukup lama,” jelas Dadan.

Sementara itu, untuk wilayah dengan mayoritas masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa, program MBG tetap dilaksanakan seperti biasa. Tidak ada perubahan baik dari sisi waktu distribusi maupun pola konsumsi makanan.

“Untuk daerah yang mayoritas tidak berpuasa, pelaksanaan MBG tetap berjalan normal,” pungkasnya.

BGN berharap, penyesuaian skema ini dapat memastikan seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi yang optimal selama Ramadan, sekaligus menghormati nilai-nilai ibadah yang dijalankan masyarakat.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA